Kamis, 17 Desember 2020

BENDERA GERAKAN PRAMUKA

Bendera Gerakan Pramuka

sumber : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTUnLi-Ukf6hYGcQNuSksYlU23Lfp3ZLkS1kQ&usqp=CAU

Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan beukuran tiga banding dua, berwarna dasar putih, ditengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah.

Di bagian atas dan bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera. Letaknya 1/10 dari lebar bendera, dari sisi atas dan sisi bawah.

Pada bagian pinggiran tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebarnya 1/8 dari panjang bendera, dengan tulisan a. untuk nama Kwartir, b. untuk nama gugus depan dan nomor gugus depan.

Ukuran untuk tingkat :

·         Nasional : 200 x 300 cm

·         Daerah : 150 x 225 cm

·         Cabang : 90 x 135 cm

·         Ranting : 60 x 90 cm

·         Gugus Depan : 60 x 90 cm

MAKNA LAMBANG PRAMUKA

Makna Lambang Gerakan Pramuka

 

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlTK7aZuQkdhDCms6pxbZ9PaYwWB4BCwNMPzR8ipou7cKdvCzOpnCVe9Wx0F8BreLjrLV_2a_RBxt8UjrlCxiGNvXYCNPpH0q2aN8K4vWQagDjsdZnZJJCIFXHDRYVKaiLN0Va9j88w7w/s320/tunas-kelapa.png

Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang  Gerakan Pramuka dengan mempertimbangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Arti filosofi tersebut yaitu:

·         Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli  pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

·         ‡Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta  besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

·         Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga.

·         Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu.

·         ‡Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar,  kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

·         Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia  serta kepada umat manusia.

LAMBANG PRAMUKA

Lambang Pramuka


Sejarah dan makna kiasan lambang Gerakan Pramuka adalah materi pramuka untuk melengkapi pengetahuan umum kepramukaan. Sejarah dan makna lambang Gerakan Pramuka ini perlu dimengerti, dipahami, dan dihayati oleh setiap anggota pramuka menyadari nilai-nilai kiasan yang terkandung didalamnya.

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan dicita-citakan.

Sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Pencipta lambang ini adalah Kak Sunardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang juga pegawai di Departemen Pertanian. Kak Soenardjo Atmodipoero sendiri lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di Blora dan meninggal pada tanggal 31 Mei 1979.

Pertama kali lambang ciptaan Kak Sunardjo Atmodipuro ini dipergunakan sebagai lambang Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 saat Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Panji Kepramukaan kepada Gerakan Pramuka.

Pengetahuan terkait lambang Gerakan Pramuka juga menjadi salah satu materi dalam SKU yaitu mulai SKU Siaga Mula, SKU Siaga Bantu, Siaga Tata (masing-masing pada syarat nomor 6), serta SKU Penggalang Ramu (syarat no. 14).

VISI MISI PRAMUKA KWARNAS KA BUDI


Pembinaan dan Visi Misi Gerakan Pramuka – Solatadomai ketua kwartir nasional gerakan pramuka , Komjen Pol (purn) Drs.H. Budi Waseso mengikuti Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan komisi X DPR RI di gedung Nusantara 1 pada tanggal 2 desember 2019.

Pada rapat itu ketua kwarnas menyampaikan masalah utama yang mendasari revitalisasi gerakan pramuka di komisi X DPR RI. Dalam hal ini banyak yang menjadi pokok pembahasan.

Pembinaan dan Visi Misi  Gerakan Pramuka
Kak Budi Waseso dalam RDP di Komisi X DPR RI

Baca juga: Manfaat Organisasi Bagi Kaum Muda, Sebagai Pembentukan Karakter

Nah apa saja yang menjadi permasalahan yang dialami oleh gerakan pramuka sekarang ini?..

Pembinaan dan Visi Misi Gerakan Pramuka Menjadi Lebih Baik

Pembinaan dan Bimbingan Gerakan Pramuka

Dalam hal ini ada beberapa permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh gerakan pramuka:

1.Kurangnya infrastuktur dan suprastuktur , serta kurangnya sarana dan prasarana sehingga Gudep sebagai ujung tombak gerakan pramuka dan kwartir beserta dengan kelengkapannya menjadi lemah.

2.Turunnya minat kaum muda dalam hal ini anak dan remaja untuk mengikuti kegiatan pramuka dikarenakan turunnya reputasi dan citra gerakan pramuka, serta penyelenggaraan syarat kecakapan umum (SKU) dan syarat kecakapan khusus (SKK) yang tidak menarik. selain itu materi dan metode latihan kepramukaan kurang berinovasi.

3.Ketersediaan jumlah Pembina dan Pelatih Pembina Pramuka, yang kurang baik dari segi jumlah maupun mutu. Hal ini antara lain disebabkan kurang berjalannya rekrutmen Pembina dan kualitas Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) yang ada.

Visi dan Misi Gerakan Pramuka

Oleh karenanya tegas Kak Buwas sapaan Budi Waseso menyampaikan dalam RDP di Komisi X DPR RI yang dipimpin Dede Yusuf (Fraksi Demokrat) didampingi oleh Ketua Komisi X, Syaiful Huda (Fraksi PKB), Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 menetapkan:

Baca juga: Riwayat Hidup BADEN POWELL

Visi Gerakan Pramuka:

“Gerakan Pramuka menjadi yang terdepan dalam pendidikan nonformal bagi kaum muda agar berkarakter dan berkecakapan hidup”.

Misi Gerakan Pramuka:

1. Mewujudkan sistem keorganisasian dan kepengolaan Gerakan Pramuka yang menyeimbangkan volunterisme dan profesionalisme, modern, dan melayani seluruh pemangku kepentingan kepramukaan.

2. Mewujudkan sistem dan tata laksana pendidikan kepramukaan sebagai pendidikan nonformal yang unggul yang mampu menjawab tantangan lingkungan strategi bangsa, menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas sesuai Satya dan Darma Pramuka, dan menjadi pilihan utama kaum muda Indonesia dalam mengembangkan potensi dirinya.

3. Mewujudkan kapasitas keuangan, usaha dan aset Gerakan Pramuka yang memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dan memiliki kemandirian minimum bagi keberlanjutan Gerakan Pramuka,.

4. Mewujudkan kiprah dan pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat, bangsa dan Negara secara maksimal melalui pendekatan informatika, komunikasi publik dan semangat kerelawanan yang berkelanjutan.

Baca juga: AD ART Pramuka Terbaru

Dengan tugas tugas yang diemban Gerakan Pramuka dengan visi dan misi yang disampaikan Ketua Kwarnas.

Pada prinsipnya seluruh anggota dewan yang hadir sepakat mendukung sepenuhnya tugas mulia Gerakan Pramuka dan mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung sepenuhnya langkah langkah yang dilakukan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.

Sumber : https://www.google.com/amp/solatadomai.com/pembinaan-visi-misi-gerakan-pramuka/

SISTEM AMONG

Sistem Among

Sistem Among Dalam Gerakan Pramuka | Hubungan Pembina Pramuka dengan peserta didik merupakan hubungan khas dimana Pembina Pramuka wajib memperhatikan perkembangan peserta didiknya secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya berjalan sesuai dengan tujuan kepramukaan. Gerakan Pramuka menerapkan prinsip kepemimpinan Sistem Among dalam proses pembinaannya.

Sistem Among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa. Sistem Among memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya, bakat, kemampuan, dan cita-citanya. Pembina Pramuka sebagai pamong berperan untuk menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi serta sebagai tempat berkonsultasi dan bertanya. Sejauh mungkin Pembina menghindari unsur-unsur perintah, keharusan, dan paksaan. Dengan memberi kebebasan dan kesempatan berkreasi seluas-luasnya, peserta didik mengembangkan kreativitas sesuai aspirasinya dan memperkuat rasa percaya diri akan kemampuannya.

Sistem Among mewajibkan Pembina Pramuka melaksanakan prinsip - prinsip kepemimpinan sebagai berikut :

a.       Ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan).

b.      Ing madya mangun karsa (di tengah-tengah membangun kemauan).

c.       Tut wuri handayani (dari belakang memberi daya/kekuatan atau dorongan dan pengaruh yang baik kearah kemandirian).

 

Kegiatan kepramukaan dengan menggunakan sistem among dilaksanakan dalam bentuk kegiatan nyata dengan contoh - contoh nyata yang dapat dimengerti dan dihayati, atas dasar minat dan karsa para peserta didik. Pembina Pramuka harus mampu menjadi contoh/teladan peserta didiknya. Dalam pelaksanaannya, Sistem Among digunakan secara terpadu, tidak terpisah-pisah, satu dengan lainnya saling berkaitan. Oleh karena itu bagi semua golongan peserta didik ( S, G, T, D ) diberikan keteladanan, daya kreasi dan dorongan.

Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Pramuka wajib bersikap dan berperilaku :

a.       jujur, adil, pantas, sederhana, sanggup berkorban, setia kawan, kasih sayang dan cinta kasih.

b.      Disiplin dan inisiatif.

c.       Bertanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggungjawab kepada Tuhan yang Maha Esa.

 

Peserta didik dibina sesuai dengan minatnya untuk bekal mengabdi dan berkarya, melalui proses :

a.       Learning by doing, belajar sambil bekerja

b.      Learning by teaching, bekerja sambil mengajar

c.       Learning to earn, belajar mencari penghasilan

d.      Earning to live, penghasilan untuk hidup

e.      Living to serve, kehidupan untuk bekal mengabdi

 

Kesimpulan :

Pelaksanaan Sistem Among dalam kepramukaan merupakan anak sistem Scouting methode/metode kepramukaan yang perwujudannya terpadu dengan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka, Motto Kepramukaan dan Kisan Dasar Kepramukaan.

MOTT GERAKAN PRAMUKA


MOTTO GERAKAN PRAMUKA

sumber : https://www.google.com/search?q=motto+gerakan+pramuka&safe=strict&client=ms-android-oppo&prmd=nimv&sxsrf=ALeKk03LU9IBBpKFUGPKv7wUIXimgQorWQ:1608268691796&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjNg8_g49btAhWHc30KHW-lD5EQ_AUoAnoECA0QAg&biw=360&bih=566#imgrc=9Mjn7s2bWU-G8M

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota  Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka adalah  “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “

Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :

·         Menanamkam rasa percaya diri.

·         Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.

·         Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.

·         Rasa bangga sebagai Pramuka.

·         Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.

 

Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.

Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.


MACAM DAN BUNYI KODE KEHORMATAN

Macam dan Bunyi Kode Kehormatan Pramuka


Dalam Gerakan Pramuka, kode kehormatan ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka yang meliputi:

 

Kode kehormatan bagi pramuka siaga yang meliputi Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan Dwidarma (ketentuan moral). Bunyi kode kehormatannya adalah:

Dwisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

·         menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

·         setiap hari berbuat kebaikan.

 

Dwidarma

·         Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.

·         Siaga berani dan tidak putus asa.

·         Kode kehormatan bagi pramuka penggalang yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).

 

Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

·         menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,

·         menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat,

·         menepati Dasadarma.

 

Dasadarma

·         Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

·         Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

·         Patriot yang sopan dan kesatria.

·         Patuh dan suka bermusyawarah.

·         Rela menolong dan tabah.

·         Rajin, terampil, dan gembira.

·         Hemat, cermat, dan bersahaja.

·         Disiplin, berani, dan setia.

·         Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

·         Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

 

 

Kode kehormatan bagi pramuka penegak, pramuka pandega, dan anggota dewasa yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).

 

Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

·         menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,

·         menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,

·         menepati Dasadarma.

 

Dasadarma

·         Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

·         Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

·         Patriot yang sopan dan kesatria.

·         Patuh dan suka bermusyawarah.

·         Rela menolong dan tabah.

·         Rajin, terampil, dan gembira.

·         Hemat, cermat, dan bersahaja.

·         Disiplin, berani, dan setia.

·         Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

·         Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

PENGERTIAN KODE KEHORMATAN

Pengertian Kode Kehormatan


Kode Kehormatan Pramuka merupakan serangkaian ketentuan dasar (janji, nilai, dan norma) yang harus dilaksanakan oleh seorang pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi ukuran atau standar tingkah laku pramuka. Sehingga bisa dikatakan bahwa kode kehormatan merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun di dalam masyarakat. Kode kehormatan pramuka ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 6. Pun tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka pasal 12 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pasal 14.

Kode kehormatan pramuka terdiri atas terdiri atas janji yang disebut ‘Satya Pramuka’ dan ketentuan moral yang disebut ‘Darma Pramuka’.

Satya Pramuka sebagaimana tersebut dalam ART Gerakan Pramuka dinyatakan sebagai:

·         diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;

·         dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan

·         dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

 

Sedangkan Darma Pramuka, sebagaimana tercantum dalam ART Gerakan Pramuka, merupakan:

·         nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;

·         sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;

·         landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan

·         kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

TUJUAN GERAKAN PRAMUKA

Tujuan



Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar :

1.       Anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.

2.       Anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.

3.       Anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.

4.       Anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

5.       Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda

6.       Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda

7.       Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

TUGAS POKOK KEPRAMUKAAN

Tugas Pokok


1.       Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

 

2.       Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.

a.       Gerakan Pramuka berkewajiban melaksanakan Eka Prasetya Pancakarsa.

b.      Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam iktu membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.

 

3.       Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua Pramuka dan masyarakat setempat.

 

4.       Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, sistim among dan berbagai metoda penyajian lainnya. Para Pramuka mendapat pembinaan dalam satuan-gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya dengan memgikuti ketentuan pada Syarat Kecakapan Umum, Syarat Lecakapan Khusus dan Syarat Pramuka Garuda.

 

5.       Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah :

a.       kuat keyakinan beragamanya.

b.      tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila.

c.       sehat, segar dan kuat jasmaninya.

d.      cerdas, segar dan kuat jasmaninya.

e.      berpengetahuan luas dan dalam.

f.        berjiwa kepemimpinandan patriot.

g.       berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan.

h.      berpengalaman banyak.

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

Prinsip Dasar

Sumber  https://www.google.com/search?q=prinsip+dasar+kepramukaan&oq=prinsip+dasar+kepramukaa&aqs=chrome.0.0j69i57j0l3.14588j0j4&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=ibDDZPoaHFGtnMhttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Prinsip_dasar_kepramukaan#:~:text=Prinsip%20Dasar%20Kepramukaan%20meliputi%3A,Peduli%20terhadap%20diri%20pribadinya.

Pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik,menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah dengan menerapkan Prinsip Dasar kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya watak kepribadian dan akhlak mulia.

Gerakan Pramuka mendidik kaum muda Indonesia dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar menjadi manusia Indonesia yang lebih baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.

Prinsip Dasar Kepramukaan

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:

a.       Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b.      Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya.

c.       Peduli terhadap diri pribadi.

d.      Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup sebagai anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan kepada setiap peserta didik melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadi dengan bantuan para Pembina, sehingga pelaksanaan dan pengalamannya dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.

Pada hakekatnya anggota Gerakan Pramuka wajib menerima Prisip Dasar Kepramukaan, dalam arti:

a.       Menaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya serta beribadah sesuai tata cara dari agama yang dipeluknya.

b.      Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial, memperkokoh persatuan, serta menerima kebinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c.       Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup dan karenanya setiap anggota Gerakan Pramuka wajib peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan kondisi yang lebih baik.

d.      Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip peri-kemanusiaan yang adil dan beradab dengan makhluk lain ciptaan Tuhan, khususnya dengan sesama manusia.

e.      Memahami prinsip diri pribadi untuk dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa depan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

METODE KEPRAMUKAAN

Metode Kepramukaan

Sumber : https://bertema.com/konsep-dasar-metode-kepramukaan

Adalah suatu  cara memberikan pendidikan watak kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik, baik bagi individu maupun sebagai anggota masyarakat maka dibutuhkan suatu Metoda /ketentuan khusus yang kita sebut Metoda Kepramukaan.

Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka. PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan MK (Metode Kepramukaan ) harus dilaksanakan secara terpadu, keduanya harus berjalan seimbang dan saling melengkapi. Setiap unsur pada Metode Kepramukaan merupakan subsistem tersendiri yang memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.

Metode kepramukaan merupakan salah cara belajar interaktif progresif melalui:

a.       Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.

b.      Belajar sambil melakukan.

c.       Sistem beregu.

d.      Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.

e.      Kegiatan di alam terbuka.

f.        Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.

g.       Sistem tanda kecakapan.

h.      Sistem satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.

i.         Kiasan dasar.


KIASAN DASAR

Kiasan Dasar

sumber : https://www.slideshare.net/mobile/mujagold/kiasan-dasar-kepramukaan

Kiasan Dasar adalah alam pikiran yang mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang disanjung dan didambakan. Kiasan Dasar dalam Gerakan Paramuka diambil dari romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kiasan ini mengambil hal-hal yang terkait dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, baik pada masa lalu maupun perjuangan pembangunan pada masa sekarang.

Kiasan Dasar, digunakan sebagai salah satu unsur terpadu dalam pendidikan kepramukaan. Penggunaannya dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangan peserta didik sehingga sehingga akan mendorong kreatifitas dan keikutsertaan peserta didik dalam  setiap kegiatan pendidikan kepramukaan. Juga difungsikan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air karena dilaksanakan berdasarkan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Pada masa lalu perjuangan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan, sehingga mengalami banyak kegagalan dan secara bergantian negara kita dapat dijajah oleh bangsa asing. Perjuangan dan pemberontakan bangsa Indonesia muncul di mana-mana, tetapi hasilnya percuma saja, karena belum adanya persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mendasari kepramukaan di Indonesia. Termasuk dalam penggunaan berbagai istilah di kepramukaan. Berikut ini adalah contoh kiasan dasar jenjang keanggotaan dalam Gerakan Pramuka yang didasarkan pada periodesasi perjuangan bangsa Indonesia.

·         Jenjang keanggotaan pramuka paling awal dinamakan SIAGA. Siaga merupakan anggota pramuka berusia 7 - 10 tahun. Kelahiran Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 menjadi tonggak Kebangkitan Nasional. Ini pun menandai dimulailah perjuangan baru, perjuangan MENYIAGAKAN  rakyat.

·         Jenjang keanggotaan pramuka setelah siaga adalah Penggalang, yaitu usia 11 - 15 tahun dinamakan PENGGALANG. Sumpah  Pemuda pada tanggal  28  Oktober  1928 menjadi salah satu tonggak sejarah dalam upaya  PENGGALANGAN persatuan dan kesatuan bangsa yang dipelopori oleh para pemuda-pemudi di seluruh Indonesia.

·         Jenjang keanggotaan pramuka selanjutnya adalah Penegak, yaitu pramuka berusia 16-20 tahun. Penegak sendiri diambil dari kata "Tegak" dimana perjuangan bangsa Indonesia akhirnya membawa hasil dengan TEGAKNYA Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

·         Jenjang keanggotaan selanjutnya adalah Pandega, yaitu pramuka dengan usia 21-25 tahun. Tegaknya Negara Republik Indonesia harus dilanjutkan dengan perjuangan dalam mengelola atau MEMANDEGANI negara Indonesia di bidang pembangunan.

·         Pembina Pramuka adalah pramuka dewasa usia 25 tahun lebih yang terlibat aktif di Gugusdepan sebagai pendidik dan pembimbing adik-adik anggota muda pramuka. Pembangunan fisik maupun non fisik perlu terus di-BINA dan dikembangkan dalam rangka mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemajuan dan kemakmuran.

 

Penggolongan dan tingkatan Tanda Kecakapan Umum dalam Gerakan Pramuka pun dapat dilandasi dengan kiasan dasar. Dengan berdasarkan masa perjuangan bangsa Indonesia itu, tingkatan Kecakapan Umum Pramuka dapat dinyatakan:

·         Tingkatan SKU Pramuka Siaga terdiri atas Mula, Bantu, dan Tata; DIMULAI dengan pembangunan yang membutuhkan BANTUAN dan kesadaran yang tinggi dan membutuhkan PENATAAN yang baik.

·         Tingkatan SKU Pramuka Penggalang terdiri atas Ramu, Rakit, dan Terap; pembangunan diawali dengan MERAMU (bahan) yang ada, kemudian kita RAKIT (susun) setelah itu baru kita TERAPKAN (praktekan).

·         Tingkatan SKU Pramuka Penegak terdiri atas Bantara dan Laksana;  pembangunan  tersebut kemudian  membutuhkan BANTARA-bantara (ajudan, pengawas, kader) pembangunan yang kuat, baik, terampil dan bermoral yang sanggup MELAKSANAKAN pembangunan bangsa.

·         Tingkatan SKU Pramuka pandega;  setelah  pembangunan  itu  berhasil  maka  perlu  yang MEMANDEGANI (mengelola, memanage) pembangunan tersebut.